Peran Indonesia dalam Arsitektur Ekonomi Selatan Selatan: Analisis Strategis Kemitraan Indonesia-Afrika
Peran Indonesia dalam Arsitektur Ekonomi Selatan Selatan: Analisis Strategis Kemitraan Indonesia-Afrika
Peran Indonesia dalam Arsitektur Ekonomi Selatan Selatan: Analisis Strategis Kemitraan Indonesia-Afrika
“Anchored in the Region: Makna Baru Perjanjian Keamanan Australia-Indonesia dan Peran Diplomasi Track-1, Track-2, dan Track-1.5 dalam Hubungan Bilateral”
Sengketa Kepulauan Senkaku/Diaoyu: Dinamika Hukum Internasional, Politik Regional, dan Eskalasi Strategis di Indo-Pasifik.
Ilustrasi Remilitarisasi Jepang dan Eskalasi Ketegangan dengan Tiongkok: Analisis Dinamika Politik Kawasan di Tengah Krisis Selat Taiwan.
Transparansi sebagai Strategi Maritim: Analisis Perbandingan Hukum Filipina dan Indonesia di Laut Cina Selatan dan Laut Natuna Utara
Perjanjian Keamanan Indonesia-Australia Tahun 2025 dan Peluang Kolaborasi Trilateral dengan Papua Nugini: Dari Ancaman Regional ke Arsitektur Keamanan Inklusif
Good Neighbourhood Policy, Indonesian Foreign Policy, Middle-Power Diplomacy, Indonesia-Australia Relations, ASEAN Centrality, Preventive Diplomacy
This paper examines the global impact of China’s interpretation and application of international maritime law, particularly its behavior in the South China Sea.
Tulisan ini mengkaji dampak global dari interpretasi dan penerapan hukum laut internasional oleh China, khususnya perilakunya di Laut Cina Selatan.
Indonesia menghadapi dilema strategis dalam orientasi luar negerinya ketika di satu sisi memasuki mekanisme Organisation for Economic Co‑operation and Development (OECD) sebagai calon anggota sejak Februari 2024, dan di sisi lain secara resmi menjadi anggota penuh BRICS pada Januari 2025.