Optimalisasi Peran Mitra Eksternal dalam Pengelolaan Konflik Di Laut Tiongkok Selatan
Pendekatan unilateral berisiko memicu eskalasi, mengabaikan prinsip sentralitas ASEAN, dan mengabaikan memori historis regional terhadap persaingan kekuatan besar.
Pendekatan unilateral berisiko memicu eskalasi, mengabaikan prinsip sentralitas ASEAN, dan mengabaikan memori historis regional terhadap persaingan kekuatan besar.
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dengan lebih dari 17.000 pulau dan wilayah laut seluas 70 persen dari total teritorinya, memiliki posisi strategis geopolitik dan geoekonomi global.
Menyoroti potensi disharmoni dalam implementasi otonomi daerah, khususnya bagi provinsi dengan status keistimewaan, di tengah sistem pemerintahan yang menganut asas desentralisasi asimetris.
Menilai dinamika geo-ekonomi Cina-Jepang, menelaah kerentanan Indonesia berdasarkan ketergantungan nilai impor strategis, serta mengajukan strategi mitigasi berbasis diversifikasi pasokan, pembangunan cadangan strategis, reformasi logistik, dan pembentukan Radar Geo-ekonomi Asia Timur.
Mengatasi Ancaman Keamanan Maritim Terbaru: Infrastruktur Bawah Laut dan Kendaraan Otonom Maritim dalam Kerangka Hukum Internasional yang Belum Memadai
Menerjemahkan Kepercayaan Strategis Menjadi Realitas Kerja Sama: Analisis Kesenjangan Dan Strategi Konvergensi Minat Dalam Hubungan Indonesia-Australia
Adaptasi Prinsip Tata Kelola Denmark untuk Memperkuat Integritas dan Akuntabilitas Publik di Indonesia
Mengatasi Anomali Pengelolaan Bandara Khusus Morowali: Tinjauan Regulasi, Implementasi, Dan Pengawasan
Mengurai Kompleksitas Bandara Khusus di Kawasan Strategis Nasional (Studi Kasus Bandara PT IMIP, Morowali)
Strategi Penguatan Postur Pertahanan di Tiga Center of Gravity Nasional: Analisis Kebijakan dan Rekomendasi Implementasi