Integrasi Doktrin Ketahanan Strategis Nasional
Sistem internasional tengah memasuki fase transisi kekuasaan yang ditandai fragmentasi geopolitik, geoekonomi koersif, dan melemahnya kapasitas stabilisasi global.
Sistem internasional tengah memasuki fase transisi kekuasaan yang ditandai fragmentasi geopolitik, geoekonomi koersif, dan melemahnya kapasitas stabilisasi global.
Eskalasi konflik bersenjata langsung antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari hingga 2 Maret 2026 menandai pergeseran fundamental dari pola deterrence menuju perang antarnegara berintensitas tinggi.
The escalation of armed confrontation between the United States and Iran entered a decisive phase when President Donald Trump announced the commencement of major combat operations in late February 2026, followed by coordinated airstrikes with Israel on 28 February 2026.
The renewed escalation between the United States and Iran during 2025–2026 exposes a structural transformation in global security governance, where deterrence increasingly operates outside the confines of international law.
Kebijakan tarif global 15 persen oleh Presiden Amerika Serikat pasca putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat dan implikasinya terhadap Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Indonesia menimbulkan persoalan hukum, ekonomi, dan kedaulatan kebijakan nasional.
Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) untuk Gaza, yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto di Davos pada 22 Januari 2026, merupakan lompatan signifikan dalam politik luar negeri.
signifikan dari dominasi unipolar Amerika Serikat menuju konfigurasi multipolar yang lebih kompleks, dengan Perubahan struktur kekuatan global dalam satu dekade terakhir menunjukkan pergeseran Tiongkok muncul sebagai aktor alternatif dalam kepemimpinan ekonomi dan diplomasi global.
Perubahan struktur kekuatan global dalam satu dekade terakhir menunjukkan pergeseran signifikan dari dominasi unipolar Amerika Serikat menuju konfigurasi multipolar yang lebih kompleks, dengan Tiongkok muncul sebagai aktor alternatif dalam kepemimpinan ekonomi dan diplomasi global.
Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace Gaza terjadi di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang meningkatkan risiko instabilitas regional dan global.
Istilah “New Golden Age Alliance” yang digunakan oleh White House untuk menggambarkan hubungan Amerika Serikat dan Indonesia menandai pergeseran konseptual yang berpotensi mengakhiri doktrin politik luar negeri bebas dan aktif.