Momen Middle Powers dalam Transisi Hegemoni Global
Analisis paradoks yang dihadapi negara-negara kuasa menengah, khususnya di Global Selatan, yang lama mengkritik hegemoni AS namun kini dihadapkan pada ketidakpastian sistem multilateral yang runtuh.
Analisis paradoks yang dihadapi negara-negara kuasa menengah, khususnya di Global Selatan, yang lama mengkritik hegemoni AS namun kini dihadapkan pada ketidakpastian sistem multilateral yang runtuh.
Menganalisis pola eskalasi konflik China-Taiwan, peran negara-negara kunci yang mendukung Taiwan maupun China, serta implikasi strategisnya bagi stabilitas kawasan dan sistem internasional.
Menilai skenario eskalasi konflik, peran aktor utama dan sekunder, serta implikasinya bagi Asia Tenggara dan Indonesia, khususnya dalam kerangka politik luar negeri bebas aktif dan stabilitas maritim regional.
Menganalisis konvergensi kedua kebijakan tersebut sebagai sebuah mekanisme integratif untuk menciptakan transparansi, akuntabilitas, dan keseimbangan prosedural dalam proses praperadilan.
Menganalisis pendekatan Indonesia yang di satu sisi menerima pengakuan sebagai “mitra strategis” dari Rusia, termasuk dalam bidang pertahanan dan energi nuklir, namun di sisi lain secara tegas membantah isu pemberian akses pangkalan militer di Papua.
Menganalisis insiden tersebut bukan sebagai kegagalan keamanan, melainkan sebagai instrumen kebijakan luar negeri yang disengaja, sebuah “kebocoran taktis”.
Menganalisis kegagalan Malaysia selaku Ketua ASEAN 2025 dalam mendorong de-eskalasi, yang ditandai dengan pertemuan darurat di Kuala Lumpur pada 15 Februari 2025 yang berakhir tanpa kesepakatan konkret.
Menganalisis kerja sama tersebut sebagai instrumen strategis berbasis hukum internasional, sentralitas ASEAN, dan kepentingan nasional Indonesia sebagai negara kepulauan.
Pendekatan unilateral berisiko memicu eskalasi, mengabaikan prinsip sentralitas ASEAN, dan mengabaikan memori historis regional terhadap persaingan kekuatan besar.
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dengan lebih dari 17.000 pulau dan wilayah laut seluas 70 persen dari total teritorinya, memiliki posisi strategis geopolitik dan geoekonomi global.